Rabu, 03 Maret 2010

Menteri di Kabinet SBY Jilid 2 Cuma Jabatan POLITIS?

Sejak pansus mulai bekerja Fraksi Golkar memang telah menunjukkan sikap yang cukup bersebrangan dengan mitra koalisinya yaitu partai Demokrat. Hal tersebut tampak lebih jelas lagi pada voting tahap kedua dalam rapat Paripurna Century yang telah berlangsung malam ini (3/3), sikap sejumlah anggota fraksi Golkar yang hadir di dalam persidangan sangat bertentangan dengan Demokrat. Sebanyak 104 orang anggota fraksi Golkar yang hadir di dalam sidang paripurna secara penuh memilih opsi C sehingga memicu sorak-sorai dari sejumlah anggota Fraksi Demokrat yang menerikkan seruan "Pecah koalisi...!!", ada juga yang menerikan "Tarik menteri dari dari kabinet..".

Sebaliknya ketika, seluruh anggota fraksi PAN yang hadir di persidangan memilih opsi A, ketua DPR RI yang selaku pimpinan sidang Marzuki Alie yang merupakan anggota fraksi Partai Demokrat juga sempat meneriakkan seruan: "Tambah 2 menteri lagi..!" sebanyak beberapa kali.

Hal ini benar-benar menunjukkan kepada kita bertapa jabatan Menteri merupakan jabatan politik yang bisa timbul dan tenggelam kapan saja dan sangat bergantung pada kondisi koalisi sehingga profesionalitas seorang menteri akan sangat dipertanyakan. Jika benar demikian bagaimana nasib Indonesia? Bagaimana bisa maju negara kita kalau dipimpin oleh orang-orang yang belum tentu becus dalam mengemban suatu tanggung jawab yang besar myang menyangkut kepentingan bangsa dan negara..

Belum lagi dengan pergantiannya sebelum masa jabatannya berakhir karena alasan politis akan menghentikan program-program kerjanya, sehingga bisa saja terbengkalai akibat tidak diteruskan oleh Menteri penggantinya.

Hiks!
APA YANG SALAH??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar