Setibanya di Jakarta atau sekitar jam 6 WIB, aku kemudian bergegas menuju ke Imigrasi untuk dicap dengan stempel kedatangan. Namun, taukah apa yang kulihat pada saat itu?
Aku mendapati salah seorang oknum petugas stempel kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta sedang asik bermain “Poker” (sejenis Game di Facebook) sambil bekerja.
Sebentar-sebentar dia harus menyentuh mouse di Laptop yang dibawanya untuk memasukan taruhan di Game Poker tersebut, dan kemudian harus memeriksa kelengkapan dokumen (paspor/visa) dan memberikan stempel kedatangan.
Hati kecilku pun berkata: "Bagaimana orang tersebut dapat bekerja secara sempurna, mangamati wajah dan dokumen keimigrasian orang yang baru saja datang dari luar negeri sementara konsentrasinya harus terbagi menjadi dua?
Kemudian aku segera menyalakan HP dan menjelang HP ku aktif dan siap digunakan, aku pun mempersilahkan orang yang mengantri di belakangku untuk maju terlebih dahulu untuk distempal paspornya, hingga HP ku sudah benar-benar siap dengan kamera ku untuk mem-foto kejadian yang memalukan Indonesia tersebut.

Terus terang sebagai WNI yang memengan paspor hijau saat itu aku MALU karena perbuatannya. Oknum tersebut sebagai pagar terdepan pemerintah Indonesia yang menyambut kedatangan Warga negara asing telah mencoreng nama Indonesia sendiri. Ia menunjukkan kepada orang-orang asing yang baru saja datang dari Singapura bertapa tidak profesionalnya aparat di Indonesia, termasuk kepada saya. Sungguh, keadaan ini sangat jauh berbeda ketika saya berada di keimigrasian Singapura.
Yah Tuhan, kapan yah aparat di negaraku ini, bisa sedisiplin dan profesional seperti aparat negara Singapura? Kapada pihak terkait yang kebetulan membaca tulisan ini, mohon ditindaklanjuti anggotanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar